Tukang Jagal di Timnas Indonesia Proyeksi Piala AFF 2016

Senin, 17 Oktober 2016

BSBN, Jakarta - Timnas Indonesia yang absen di persaingan internasional setahun lebih dihadapkan kenyataan pahit hasil undian Piala AFF 2016. Tim Merah-Putih ada di Grup A bersama pelanggan juara dan semifinalis turnamen, macam: Thailand, Singapura, dan Filipina. Menghadapi tim level elite kawasan Asia Tenggara tim asuhan Alfred Riedl harus punya lini pertahanan yang tangguh. Dibutuhkan pemain-pemain tukang jagal sebagai benteng kokoh strategi defensif.

Dalam dunia sepak bola istilah tukang jagal mengacu pada pemain berkarakter keras bahkan cenderung kasar. Ia pemain yang rela melakukan apapun demi mengamankan lini pertahanan. Mendapat hukuman kartu hal yang wajar bagi mereka.


Giorgio Chiellini (Italia), Sergio Ramos (Spanyol), John Terry (Inggris), atau Martin Demichelis (Argentina) deretan pemain belakang 'raja tega' kelas internasional yang permainannya tanpa kompromi. Mereka amat sulit ditembus penyerang-penyerang lawan.

Dari masa ke masa Indonesia punya deretan pemain belakang yang dikenal kejam. Sebut saja Rully Nere, Sugiantoro, Mursyid Effendy, Charis Yulianto, Jack Komboy, yang punya reputasi mentereng dalam mengawal lini belakang.

Peremajaan besar-besaran dilakukan Alfred Riedl menyongsong Piala AFF 2016. Di skuat Timnas Indonesia bertaburan pemain-pemain muka baru. Pelatih asal Austria tersebut dengan berani menepikan pemain-pemain senior, yang beberapa tahun terakhir jadi pelanggan Tim Merah-Putih.
http://bolasepaknasional.blogspot.com/
Di sektor belakang pemain-pemain berpengalaman seperti, Hamka Hamzah, Victor Igbonefo, Maman Abdulrrahman, Ricardo Salampessy, serta Wahyu Wijiastanto, hingga saat ini tidak dilibatkan dalam seleksi Timnas Indonesia. Sebuah keputusan berani dari sang mentor, mengingat nama-nama pemain yang disebut adalah tukang jagal lini belakang Tim Garuda di banyak event internasional.

Di dua laga uji coba jelang Piala AFF 2016 melawan Malaysia dan Vietnam, ada delapan pemain belakang dipanggil Alfred Riedl. Beberapa di antaranya sejatinya tidak benar-benar hijau pengalaman, karena pernah membela Timnas Indonesia U-23 dan sesekali senior.

Persaingan memperebutkan posisi inti di sektor pertahanan amat ketat, mengingat kualitas para bek terhitung berimbang. Pastinya tugas mereka jika akhirnya dipilih masuk skuat inti amat berat. Indonesia langsung diihadapkan tiga laga berat di fase penyisihan. Mampukah mereka menjadi tukang jagal berstandar tinggi yang memberi rasa nyaman di sektor belakang?

BSBN menyajikan profil para jagoan lini belakang Timnas Indonesia proyeksi Piala AFF 2016. Bagaimana menurut pandangan Anda kualitas mereka?